Total Tayangan Halaman

Selasa, 14 Juni 2011

Program Java Dengan Input JOptionPane Perkalian


package lat_1c;
/* @author Ahmad Firdausi*/
import javax.swing.JOptionPane;
public class Main {

    public static void main(String[] args) {
        String a, b;

        int angka1, angka2, kali;

        a = JOptionPane.showInputDialog( "Angka 1 = " );
        b = JOptionPane.showInputDialog( "Angka 2 = " );

        angka1 = Integer.parseInt( a );
        angka2 = Integer.parseInt( b );

       kali = angka1 * angka2;
       JOptionPane.showMessageDialog( null, +angka1+ "*" +angka2+ "=" + kali,  "HASIL", JOptionPane.WARNING_MESSAGE );
       System.exit( 0 );
    }
}

Program Java Dengan Matrix


package lat_matrikskali_sitimadinah;
/* @author Ahmad Firdausi */
import java.io.*;
public class Main {
    /* @param args the command line arguments     */
    public static void main(String[] args) {
        // TODO code application logic here
         DataInputStream entry = new DataInputStream(System.in);
        try
        {
            System.out.print(" INPUT JUMLAH BARIS MATRIKS 1 = ");
            int  JmlBrs1 = Integer.parseInt(entry.readLine());

            System.out.print(" INPUT JUMLAH KOLOM MATRIKS 1 = ");
            int  JmlKlm1 = Integer.parseInt(entry.readLine());

            int JmlBrs2 = JmlKlm1;

            System.out.print(" INPUT JUMLAH KOLOM MATRIKS 2 = ");
            int  JmlKlm2 = Integer.parseInt(entry.readLine());

            int [][] MatriksA = new int[JmlBrs1][JmlKlm1];
            int [][] MatriksB = new int[JmlBrs2][JmlKlm2];
            int [][] MatriksC = new int[JmlBrs1][JmlKlm2];

            for (int i=0; i<JmlBrs1; i++)
                for (int j=0; j<JmlKlm1; j++)
                    MatriksA[i][j] = (int)(Math.random()*100);

            for (int i=0; i<JmlBrs2; i++)
                for (int j=0; j<JmlKlm2; j++)
                    MatriksB[i][j] = (int)(Math.random()*100);

            for (int i=0; i<JmlBrs1; i++)
                for (int j=0; j<JmlKlm2; j++)
                {
                    MatriksC[i][j] = 0;

                    for (int k=0; k<JmlKlm1; k++)
                        MatriksC[i][j] += MatriksA[i][k] * MatriksB[k][j];
                }
            System.out.println(" \n DATA MATRIKS A = ");
            System.out.println("______________________");

            for (int i=0; i<JmlBrs1; i++)
            {
                for (int j=0; j<JmlKlm1; j++)
                    System.out.print(MatriksA[i][j] + " ");
                    System.out.println();
            }
            System.out.println(" \n DATA MATRIKS B = ");
            System.out.println("______________________");

            for (int i=0; i<JmlBrs2; i++)
            {
                for (int j=0; j<JmlKlm2; j++)
                    System.out.print(MatriksB[i][j] + " ");
                    System.out.println();
            }
            System.out.println(" \n MATRIKS " + " PERKALIAN A x B = ");
            System.out.println("_________________" + "_______________");

            for (int i=0; i<JmlBrs1; i++)
            {
                for (int j=0; j<JmlKlm2; j++)
                    System.out.print(MatriksC[i][j] + " ");
                    System.out.println();
            }
        }
        catch (Exception e)
        {
            System.out.println(" SALAH ENTRY DATA ");
        }
    }
}

Rabu, 08 Juni 2011

Mengembalikan Data Yang Hilang Dengan Software Gratis: Recuva

Mengembalikan Data Yang Hilang Dengan Software Gratis: Recuva



File anda terhapus secara tidak sengaja? Anda kehilangan file penting anda ketika komputer anda crash? Jangan panik dulu…dengan software gratis yang akan PG review kali ini, anda bisa mengembalikan data/file anda yang terhapus dengan sangat mudah. Mengembalikan file yang terhapus atau istilah teknisnya recovery file, sangat mudah dilakukan dengan bantuan software revovery tool. Dari sekian banyak recovery software yang gratis, PG memilih satu yang menurut PG paling ampuh dan bisa bermanfaat buat anda.
Software recovery tool gratis yang menjadi pilihan PG kali ini adalah Recuva File Recovery. Recuva file recovery adalah software buatan piriform yang mampu mengembalikan data dan file anda yang terhapus dengan mudah dan tentu saja gratis. Tidak peduli apakah data anda yang terhapus tersebut ada di hardisk komputer anda, di digital camera card, MMC, hardisk eksternal, USB flashdisk, bahkan MP3 Player, Recuva mampu mengembalikan data anda yang terhapus tersebut.
Mengembalikan File yang Terhapus dengan Recuva File Recovery
Mengembalikan File yang Terhapus dengan Recuva File Recovery
Berikut ini adalah Fitur lengkap dari Recuva File Recovery :
1. Mampu mengembalikan hampir semua jenis file anda yang terhapus : Foto, dokumen, musik, bahkan email! dengan Recuva File Recovery anda bisa mengembalikan data tersebut secara cepat, mudah dan aman.
2. Bisa digunakan untuk mengembalikan data di hampir semua jenis media penyimpanan : hardiks, memory card, USB disk, hardisk eksternal, MP3 player, iPod dll.
3. Mampu mengembalikan data yang hilang karena media penyimpanan yang terformat, crash, corrupt dll.
4. Jika anda menggunakan email client desktop program seperti Outlook Express, Windows Live Mail, Mozilla Thunderbird dll, Recuva File Recovery mampu mengembalikan email anda yang terhapus tersebut. Recuva akan mengembalikan email anda yang telah terhapus tersebut ke dalam format zip (cth: Outlook Ekspress.zip)
5. Mampu mengembalikan file lagu dan musik anda yang terhapus dari iPod atau MP3 player anda.
6. Mampu mengembalikan file Microsoft Word yang belum sempat tersimpan. Ketika anda mengetik file word, kemudian word anda crash dan anda belum menyimpannya, Recuva File Recovery mampu mengembalikan file word anda dari file temporary yang tercipta.
7. Memiliki fitur Quick Start Wizard yang akan memudahkan pemula dalam mengembalikan file nya yang hilang.
8. Memiliki fitur Deep Cleaning yang mampu mencari file yang hilang dengan cepat dan akurat. Cepat tidaknya proses scanning ini tergantung dari berapa besar hardisk anda.
9. Memiliki versi portable yang bisa anda jalankan tanpa harus menginstallnya. Recuva Portable ini bisa anda simpan dan gunakan dari USB flashdisk anda atau media penyimpanan lainnya.
10. Memiliki fitur untuk menghapus file secara permanen. Jika anda memiliki file yang terhapus, Recuva bisa mengembalikannya. Ini berarti orang lain juga bisa. Artinya, ada kemungkinan data yang sudah anda hapus bisa diakses lagi oleh orang lain dengan software recovery lain (termasuk Recuva). Untuk menghindarinya, anda bisa menggunakan recuva untuk menghapus data anda secara permanen. Caranya mudah, hapus saja data yang ingin anda hapus secara permanen, kemudian jalankan Recuva dan cari dokumen anda yang sudah anda hapus. Klik kanan dokumen tersebut dan pilih “Secure Overwrite”. Dengan begitu, data anda tidak akan bisa dimunculkan lagi oleh sofware recovery (termasuk Recuva)!
11. Bisa anda gunakan di hampir semua versi windows, mulai dari Windows 2000, windows 2003 server, windows XP, windows Vista, Windows 2008 Sever, hingga windows 7
Untuk keperluan testing ini, PG telah menghapus 1 file dengan nama “Data Penting Terhapus.doc”
Untuk mendownload dan menggunakan Recuva File Recovery, caranya sangat mudah. Silahkan ikuti panduan di bawah ini :
1. Download Recuva File Recovery Installer disini :
http://www.piriform.com/recuva/download/standard
Anda juga bisa mendownload versi portable nya disini :
http://www.piriform.com/recuva/download/portable
2. Install Recuva File Recovery di komputer anda.
Klik Finish
Klik Finish
Double Klik installer Recuva File Recovery
Double Klik installer Recuva File Recovery
Pilih bahasa dan klik OK
Pilih bahasa dan klik OK
Klik Next
Klik Next
Klik I Agree
Klik I Agree
Klik Next
Klik Next
Klik Install
hilangkan centang "include Google Chrome" dan klik Install
3. Akan terbuka Recuva Wizard, Klik Next
Klik Next
Klik Next
4. Pilih jenis data yang akan anda recover dan klik next
Pilih Jenis Data
Pilih Jenis Data
5. Pilih lokasi terhapusnya file anda
Pilih Lokasi Terhapusnya File Anda
Pilih Lokasi Terhapusnya File Anda
6. Klik start untuk mulai scanning.
Start Scanning
Start Scanning
7. Daftar data yang terhapus akan muncul, dalam contoh berikut, file dengan nama “File Penting Terhapus.doc” yang sengaja PG hapus untuk keperluan testing telah ditemukan oleh Recuva.
File telah Ditemukan
File telah Ditemukan
8. Centang file yang ingin anda kembalikan dan klik tombol “Recover”
Recover File Yang Anda Inginkan
Recover File Yang Anda Inginkan
9. Pilih lokasi yang ingin anda gunakan sebagai tempat mengembalikan file anda yang terhapus dan klik “OK”
Pilih Lokasi Penyimpanan File Hasil Recovery
Pilih Lokasi Penyimpanan File Hasil Recovery
10. Proses Recovery file telah selesai.
Proses Recovery Telah Selesai
Proses Recovery Telah Selesai
11. File anda yang terhapus telah dikembalikan ke folder yang anda pilih.
File yang Terhapus Telah Kembali
File yang Terhapus Telah Kembali
NB : Jika Recuva tidak berhasil menemukan file yang anda cari, silahkan gunakan fasilitas Deep Clean. Fasilitas ini memang membutuhkan waktu yang agak lama, tetapi pencarian yang dihasilkan menjadi jauh lebih detail.
Dengan menggunakan Recuva File Recovery ini, sekarang anda bisa mengembalikan file anda yang terhapus atau merecovery file anda dengan sangat mudah, cepat, aman dan gratis. Selamat Mencoba Recuva File Recovery, semoga bermanfaat.

Sumber  : http://www.pusatgratis.com/software/tools-dan-utilities/mengembalikan-data-yang-hilang-dengan-software-gratis-recuva.html

tips and trik RECOVERY OS TOSHIBA L510

Jika kita mempunyai komputer yang dilengkapi dengan fungsi recovery, tidak selalu kita mencoba fitur ini diawal pemakaian. Sampai pada saatnya kita harus memakainya , kita bisa ragu ragu sampai dimana recovery itu akan mempengaruhi data yang sudah ada di komputer kita. Kita khawatir memilih menu yang keliru dan data kita langsung hilang semuanya. Di artikel ini kita akan membahas Recovery di notebook Toshiba Satellite A200 sistem operasi Windows Vista

Pertama tama: Baca Manual!


  • Halaman 3-9 ( bab 3 halaman 9 ) manual Toshiba Satellite A200/Satellite Pro A200 yang datang dengan notebook kita ( bentuk file pdf bukan buku cetak ) menuliskan bahwa ada sekitar 1.5 GB ruang di harddisk kita yang disisihkan untuk menyimpan semua file yang diperlukan oleh notebook untuk mengembalikan sistem operasi Windows Vista Home Premium, beserta semua driver, dan software tambahannya.
  • Kita diminta untuk mematikan notebook dan menekan tombol F8 selagi kita menyalakan tombol "On". Selanjutnya kita diminta memilih menu Advanced Boot Options dan Repair Your Computer dan menekan Enter.
  • Beberapa instruksi lanjutan.
Kurangnya gambar gambar serta peringatan bahwa kita akan kehilangkan data kita jika kita melakukan reinstalasi OS mau tak mau menyebabkan kita takut kehilangan data kita. Idealnya memang kita memindahkan semua data kita dari hard disk ke external hard disk atau ke DVD.

Memindahkan Data dari Drive C

Data di Drive C dari Toshiba kita memang akan HILANG SEMUA. Jadi bila memang masih ada data penting, silakan dipindahkan dulu. Bila Windows kita mengalami gangguan dan tidak bisa menyala, maka kita harus mengeluarkan hard disk Toshiba kita, memasukannya ke external hard disk dan memindahkan semua data dari Drive C terlebih dahulu.
Jika kita sedang menyalin data di drive C, maka drive D juga bisa sekaligus disalin juga untuk keamanan kita. Pekerjaan yang memakan waktu memang, tapi kita pasti akan merasakan manfaatnya nanti.

1. Layar Advanced Boot Options

Layar ini muncul setelah kita menekan tombol F8 beberapa kali selagi kita menyalakan notebook. Bila bukan layar ini yang muncul, maka matikan notebook dan ulangi sekali lagi. Pilih menu Repair Your Computer.
Toshiba Recovery Tambah info Indonesia notebook review

2. Pilih Keyboard, User Name, dan Masukan Password

Toshiba Recovery Tambah info Indonesia notebook review
Pilih username kita dan masukan password kita.
Toshiba Recovery Tambah info Indonesia notebook review
Toshiba Recovery Tambah info Indonesia notebook review

3. Pilih Toshiba Recovery Wizard

Toshiba Recovery Tambah info Indonesia notebook review

3. Peringatan Data Akan Hilang

Toshiba Recovery Tambah info Indonesia notebook review

4. Pilih Menu Recovery of Factory Default Software

Toshiba Recovery Tambah info Indonesia notebook review

5. Pilih Menu - Recover without changing the hard drive partitions

Dari semua langkah, langkah dibawah adalah yang paling penting. Dengan memilih menu yang ditengah, kita hanya akan kehilangan data di Drive C saja. Drive lainnya tidak akan dirubah. Jika kita memilih menu lainnya, maka seluruh data kita akan diformat.
Toshiba Recovery Tambah info Indonesia notebook review

6. Selesai

Masih ada beberapa langkah lagi yang harus diikuti, tapi semuanya adalah pilihan yang mudah dimengerti. Masih membutuhkan waktu 40 menit lagi sampai pada akhirnya Windows Vista selesai di setup dan notebook kembali ke keadaan sewaktu kita beli.

Sabtu, 28 Mei 2011

Cara Membuat Anti Virus Sederhana

Cara Membuat Anti Virus Sendiri

Pertama kita harus mengerti bagaimana cara kerja
sebuah AV sederhana, pada dasarnya sebuah software AV mempunyai
komponen-komponen :

1. Engine scanner, ini merupakan komponen utama AV
dalam mengenali sebuah pattern virus. Engine ini dapat dikelompokkan
menjadi statis dan dinamis. Statis dalam hal ini dapat disebut menjadi
spesifik terhadap pattern tertentu dari sebuah file virus. Checksum
merupakan salah satu contoh dari engine statis ini. Dinamis dalam
artian dia mengenali perilaku ‘umum’ sebuah virus. Heuristic menjadi
salah satu contohnya.

2. Database definition, menjadi sebuah referensi dari sebuah pattern
file virus. Engine statis sangat bergantung kepada komponen ini.

3. Decompress atau unpacking engine, khusus untuk pengecekan file-file
yang terkompresi (*.rar, *.zip, dll) atau kompresi atau packing untuk
file PE seperti UPX, MeW , dll.

Tidak jarang hasil dari pengecekan terhadap file
suspect virus menghasilkan false-positive bahkan false-negative (–
false-positive berarti file yang bersih dianggap thread oleh AV, dan
false-negative berarti file yang 100% thread akan dianggap bersih).
Semua itu dapat diakibatkan oleh ketidak-sempurnaan dari engine scanner
itu sendiri. Misal

pada contoh kasus Engine String scanner (–Engine scanner yang
menyeleksi string-string dari file text-based), bila diterapkan rule 3
out of 5 (– bila AV menemukan 3 dari daftar 5 string kategori
malicious) maka AV akan memberikan bahwa file terindikasi sebuah thread
yang positif. Padahal file tsb nyatanya tidak menimbulkan efek
berbahaya bila dijalankan atau dieksekusi. Kesalahan scanning macam ini
lazim ditemukan untuk file-file *.VBS, *.HTML, dll. Untuk penggunaan
engine checksum sangat banyak ditemui di beberapa software AV lokal.
Checksum yang lazim digunakan diantaranya CRC16, CRC32, MD5, dll.
Dikarenakan mudah untuk diimplementasikan. Engine ini sendiri bukannya
tanpa cacat, Checksum bekerja dengan memproses byte demi byte dari
sebuah file dengan sebuah algoritma tertenu (– tergantung dari jenis
checksum yang digunakan) sehingga menghasilkan sebuah format tertentu
dari file tsb. Contoh checksum menggunakan CRC32 dan MD5 :

* calCrc = CRC32(file_name_and_path)

* calMD5 = MD5(file_name_and_path)

Maka isi dari string calCrc adalah 7AF9E376,
sedangkan untuk MD5nya adalah 529CA8050A00180790CF88B63468826A. Perlu
diketahui bila virus menerapkan rutin yang mengubah byte tertentu dari
badan virus tsb setiap kali maka penggunaan engine checksum ini akan
kurang optimal karena bila 1 byte berubah dari file maka checksum juga
akan berubah.

Mari kita belajar membuat sebuah AV sederhana, yang diperlukan :

1. Software Visual Basic 6.0

2. Sedikit pemahaman akan pemograman Visual Basic 6.0

3. Sampel file bersih atau virus (– opsional)

First#

Sekarang kita akan belajar membuat sebuah rutin sederhana untuk :

- Memilih file yang akan dicek

- Membuka file tersebut dalam mode binary

- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum

Buka MS-Visual Basic 6.0 anda, lalu buatlah sebuah
class module dan Form dengan menambahkan sebuah objek Textbox,
CommonDialog dan Command Button. (Objek CommonDialog dapat ditambahkan
dengan memilih Project -> COmponent atau Ctrl-T dan memilih
Microsoft Common Dialog Control 6.0) Ketikkan kode berikut pada class
module (kita beri nama class module tsb clsCrc) :

================= START HERE ====================

Private crcTable(0 To 255) As Long ‘crc32

Public Function CRC32(ByRef bArrayIn() As Byte, ByVal lLen As Long, Optional ByVal lcrc As Long = 0) As Long

‘bArrayIn adalah array byte dari file yang dibaca, lLen adalah ukuran atau size file

Dim lCurPos As Long ‘Current position untuk iterasi proses array bArrayIn

Dim lTemp As Long ‘variabel temp hasil perhitungan

If lLen = 0 Then Exit Function ‘keluar fungsi apabila ukuran file = 0

lTemp = lcrc Xor &HFFFFFFFF

For lCurPos = 0 To lLen

lTemp = (((lTemp And &HFFFFFF00) \\ &H100) And &HFFFFFF) Xor (crcTable((lTemp And 255) Xor bArrayIn(lCurPos)))

Next lCurPos

CRC32 = lTemp Xor &HFFFFFFFF

End Function

Private Function BuildTable() As Boolean

Dim i As Long, x As Long, crc As Long

Const Limit = &HEDB88320

For i = 0 To 255

crc = i

For x = 0 To 7

If crc And 1 Then

crc = (((crc And &HFFFFFFFE) \\ 2) And &H7FFFFFFF) Xor Limit

Else

crc = ((crc And &HFFFFFFFE) \\ 2) And &H7FFFFFFF

End If

Next x

crcTable(i) = crc

Next i

End Function

Private Sub Class_Initialize()

BuildTable

End Sub

================= END HERE ====================

Lalu ketikkan kode berikut dalam event Command1_Click :

================= START HERE ====================

Dim namaFileBuka As String, HasilCrc As String

Dim CCrc As New clsCrc ‘bikin objek baru dari class ClsCrc

Dim calCrc As Long

Dim tmp() As Byte ‘array buat file yang dibaca

Private Sub Command1_Click()

CommonDialog1.CancelError = True ‘error bila user mengklik cancel pada CommonDialog

CommonDialog1.DialogTitle = “Baca File” ‘Caption commondialog

On Error GoTo erorhandle ‘label error handle

CommonDialog1.ShowOpen

namafilbuka = CommonDialog1.FileName

Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 ‘buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary

ReDim tmp(LOF(1) – 1) As Byte ‘deklarasi ulang untuk array, # Bugs Fixed #

Get #1, , tmp()

Close #1

calCrc = UBound(tmp) ‘mengambil ukuran file dari array

calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) ‘hitung CRC

HasilCrc = Hex(calCrc) ‘diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric

Text1.Text = HasilCrc ‘tampilkan hasilnya

Exit Sub

erorhandle:

If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description ‘error number
32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file

================= END HERE ====================

COba anda jalankan program diatas dengan memencet
tombol F5, lalu klik Command1 untuk memilih dan membuka file. Maka
program akan menampilkan CRC32nya.

Second#

Kode diatas dapat kita buat menjadi sebuah rutin pengecekan file
suspect virus dengan antara membandingkan hasil CRC32nya dan database
CRC kita sendiri. Algoritmanya adalah :

- Memilih file yang akan dicek

- Membuka file tersebut dalam mode binary

- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum

- Buka file database

- Ambil isi file baris demi baris

- Samakan Checksum hasil perhitungan dengan checksum dari file

Format file database dapat kita tentukan sendiri, misal :

- FluBurung.A=ABCDEFGH

- Diary.A=12345678

Dimana FluBurung.A adalah nama virus dan ABCDEFGH dalah Crc32nya. Jika
kita mempunyai format file seperti diatas, maka kita perlu membaca file
secara sekuensial per baris serta memisahkan antara nama virus dan
Crc32nya. Dalam hal ini yang menjadi pemisah adalah karakter ‘=’.

Buat 1 module baru (– diberi nama module1) lalu isi dengan kode :

================= START HERE ====================

Public namaVirus As String, CrcVirus As String
‘deklarasi variabel global untuk nama dan CRC virus Public pathExe as
String ‘deklarasi variabel penyimpan lokasi file EXE AV kita

Public Function cariDatabase(Crc As String, namaFileDB As String) As Boolean

Dim lineStr As String, tmp() As String ‘variabel penampung untuk isi file

Open namaFileDB For Input As #1 ‘buka file dengan mode input

Do

Line Input #1, lineStr

tmp = Split(lineStr, “=”) ‘pisahkan isi file bedasarkan pemisah karakter ‘=’

namaVirus = tmp(0) ‘masukkan namavirus ke variabel dari array

CrcVirus = tmp(1) ‘masukkan Crcvirus ke variabel dari array

If CrcVirus = Crc Then ‘bila CRC perhitungan cocok/match dengan database

cariDatabase = True ‘kembalikan nilai TRUE

Exit Do ‘keluar dari perulangan

End If

Loop Until EOF(1)

Close #1

End Function

================= END HERE ====================

Lalu tambahkan 1 objek baru kedalam Form, yaitu
Command button2. lalu ketikkan listing kode berikut kedalam event
Command2_Click :

================= START HERE ====================

If Len(App.Path) <= 3 Then ‘bila direktori kita adalah root direktori

pathEXE = App.Path

Else

pathEXE = App.Path & “\\”

End If

CommonDialog1.CancelError = True ‘error bila user mengklik cancel pada CommonDialog

CommonDialog1.DialogTitle = “Baca File” ‘Caption commondialog

On Error GoTo erorhandle ‘label error handle

CommonDialog1.ShowOpen

namafilbuka = CommonDialog1.FileName

Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 ‘buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary

ReDim tmp(LOF(1) – 1) As Byte ‘deklarasi ulang untuk array # Bugs Fixed #

Get #1, , tmp()

Close #1

calCrc = UBound(tmp) ‘mengambil ukuran file dari array

calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) ‘hitung CRC

HasilCrc = Hex(calCrc) ‘diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric

If cariDatabase(HasilCrc, pathEXE & “DB.txt”) Then ‘bila fungsi bernilai TRUE

MsgBox “Virus ditemukan : ” & namaVirus ‘tampilkan message Box

End If

Exit Sub

erorhandle:

If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description ‘error number
32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file

================= END HERE ====================

Fitur AV sederhana ini dapat ditambahkan dengan
fitur process scanner, akses registry, real-time protection (RTP) dan
lain lain. Untuk process scanner pada dasarnya adalah teknik enumerasi
seluruh proses yang sedang berjalan pada Sistem Operasi, lalu mencari
letak atau lokasi file dan melakukan proses scanning.

Sumber : http://orispyro.wordpress.com/